Manusia hanya bisa hidup di masa dia hidup. Kita tidak bisa berada di masa selain dimana kita hidup seperti masa lalu maupun masa depan (ya setidaknya untuk saat ini, sampai mereka menemukan mesin waktu, mungkin, semoga).
Tetapi gua kenal dengan seseorang yang ternyata dia bisa berada di ketiga masa tersebut sekaligus. Entah itu di masa lalu, masa depan, dan juga masa kini. Terdengar agak aneh sekaligus hebat bukan? Tapi sayangnya tidak bagi orang ini. Karena ini bukan tentang perjalanan waktu atau semacamnya.
Dia berada di masa lalu, tetapi bukan untuk memperbaiki segala kesalahan yang pernah dia lakukan, melainkan hanya menyesalinya, menangisinya, dan tidak pernah belajar darinya. Dia pun terjebak di masa lalu.
Dia berada di masa depan, tetapi bukan untuk memperkirakan dan mengetahui apakah rencananya berhasil atau tidak, melainkan hanya memikirkannya secara berlebihan tanpa henti. Dia pun tersesat di masa depan.
Dia berada di masa kini, tetapi bukan untuk bergerak dan berusaha untuk sesuatu, melainkan hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun. Dia pun mati di masa kini.
Dia berada di semua masa bukan dengan sebuah mesin canggih ataupun teknologi terhebat. Dia hanya membiarkan pikiran, hawa nafsu, serta perasaannya mengendalikan dirinya dan segalanya.
Ini bukan cerita tentang perjalanan waktu. Ini cerita tentang seseorang yang berada di ketiga masa sekaligus. Ini cerita tentang seseorang yang terjebak di masa lalu, tersesat di masa depan, dan mati di masa kini.