Skip to content
Tulisan Rumi
Go back

Bukan Orang Lain

Belum lama ini gua baru saja selesai menonton salah satu anime berjudul Chuunibyou demo Koi ga Shita!.

Singkat cerita, anime ini bercerita tentang Yuuta Togashi, seorang anak laki-laki yang pada masa SMP-nya pernah mengidap chuunibyou dan memutuskan untuk merubah hidupnya di masa SMA. Tapi sialnya, malah bertemu dengan seorang pengidap chuunibyou lainnya yang bernama Rikka Takanashi.

Mungkin ada beberapa dari kalian yang belum tahu apa itu chuunibyou. Jadi, gua jelasin sedikit. Chuunibyou adalah suatu sindrom di mana seseorang akan berdelusi atau berkhayal. Khayalan itu bisa berbeda-beda, mulai dari memiliki kekuatan supranatural, menirukan tokoh anime, manga, atau game, sampai membangun karakter fiksi yang terasa sangat nyata baginya. Gua sendiri tidak mau bahas panjang lebar soal cerita di anime ini. Kalau kalian penasaran, silakan tonton sendiri. Yang gua mau sampaikan di sini adalah pelajaran yang gua dapatkan dari anime itu.

Pada dasarnya, segala sesuatu yang ada di dunia bisa kita pelajari dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, bukan cuma sekadar menonton atau melakukan sesuatu tanpa pikir, tapi juga mengambil hikmahnya.

Setelah menonton sampai selesai, gua mendapatkan satu pesan yang ingin disampaikan anime ini: jadilah diri sendiri.

Seperti yang sudah gua jelaskan, chuunibyou adalah sindrom di mana seseorang berdelusi atau berkhayal. Tapi ternyata lebih dari itu. Para pengidap chuunibyou melakukan sesuatu yang mereka senangi. Mereka tidak membohongi diri mereka sendiri dan tidak berusaha meniru orang lain. Kenapa? Karena mereka bukan orang lain. Kita ya kita, dia ya dia, mereka ya mereka.

Konsep ini mudah diucapkan, tapi sulit diaplikasikan. Media massa, lingkungan, bahkan kehidupan kita sendiri kadang memaksa kita untuk berpikir bahwa ada orang yang lebih sukses, lebih hebat, lebih kuat, lebih berbakat, dan lebih sempurna daripada kita. Di situlah masalahnya. Kita merasa perlu mengikuti orang itu, berusaha menjadi seperti dia, bukan diri kita sendiri.

Setiap manusia lahir dengan keunikan masing-masing. Berusaha menjadi orang lain hanya akan membuat kita lari dari kenyataan bahwa diri kita memang seperti ini, apa adanya, tidak lebih dan tidak kurang. Dengan menjadi diri sendiri, kita bisa menemukan hal yang kita senangi dan lakukan dengan cara yang sehat serta tidak mengganggu orang lain.

Tentu saja, ada batasnya. Kalau kita mengganggu atau menyusahkan orang lain, itu sudah lain cerita. Dan jangan berlebihan dalam melakukannya, karena sesuatu yang berlebihan biasanya tidak baik.

Jadi, jangan berusaha menjadi orang lain. Sesekali, kita boleh melihat orang lain sebagai acuan atau motivasi untuk berkembang lebih baik lagi, bukan sebagai objek mati yang harus kita ikuti dan tiru 100% secara sempurna.

Be honest dengan diri sendiri. Temukan dan lakukan hal yang kamu senangi. Karena kita bukan orang lain.

Itu saja yang gua dapatkan dari anime tersebut. Semoga bisa jadi pengingat untuk diri gua sendiri, dan juga untuk kalian yang mungkin sedang mencoba menjadi manusia yang kurang tepat.


Share this post:

Next Post
Mustahil