Write about your childhood ambition
Kalau ngomongin ambisi ketika masih kecil, mungkin akan lebih cocok kalau kita ngomongin mimpi yang gua punya ketika masih jadi kecil kali ya. Mimpi gua sendiri selalu berubah-ubah. Dari gua kecil hingga sekarang, bahkan mungkin sampai kedepan nanti. Sudah tentu apa yang gua mimpikan tentang masa depan ketika diri gua kecil dahulu takkan sama dengan apa yang gua mimpikan sekarang. Semakin kau tumbuh, semakin kau kenal dunia terkadang tidak sesuai keinginanmu dan kau harus belajar menerimanya.
Kalau diingat-ingat kembali, impian gua yang paling awal adalah menjadi tentara ataupun dokter. Seperti anak kecil pada umumnya, ketika ditanya kalau sudah besar mau jadi apa, jawaban tentara, polisi, dokter, dan berbagai profesi keren lainnya akan selalu jadi jawaban umumnya, termasuk diri gua saat kecil dahulu. Sayangnya itu terlalu jauh untuk diri gua saat ini. Gua selalu menghormati mereka yang mengejar mimpi masa kecilnya hingga saat ini dan kedepannya nanti, karena sesimpel diri gua ga bisa seperti mereka. Pekerjaan-pekerjaan tersebut terasa tidak cocok untuk gua.
Ketika menginjak pendidikan di bangku SD, gua sempat terpikirkan untuk menjadi guru. Mimpi itu masih gua teruskan sampai gua berada di jenjang SMA. Walau tekadang gua agak ragu karena gua merasa ga pandai mengajari orang lain. Contoh kecilnya adalah gua yang selalu bertengkar dengan adik gua ketika gua mulai mengajarinya pelajaran yang tidak ia mengerti di sekolah. Tapi secara mengejutkan, tahun ini gua punya kesempatan untuk mengajar orang lain. Bukan hal yang mudah, karena terkadang gua berpikir apa yang mereka tau dan yakini berasal dari apa yang gua sampaikan. Terkadang beban moral dan ketakutan apakah gua telah melakukan hal ini dengan benar masih menghantui gua sampai saat ini. Entahlah, semoga gua telah melakukannya dengan baik dan bisa jadi lebih baik lagi.
Selain pekerjaan-pekerjaan yang terkesan keren tersebut, gua juga pernah punya impian untuk bekerja dibagian pelayanan. Entah itu jadi kasir, teller bank, atau bahkan operator warnet. Mungkin karena ketertarikan gua dengan komputer yang memicu gua sempat berpikir untuk menjadikan salah satu pekerjaan tersebut sebagai impian gua. Atau mungkin karena pekerjaan tersebut terlihat simple dan tidak merepotkan yang membuat gua tertarik. Tapi, pada akhirnya pekerjaan apapun selalu memiliki tantangannya tersendiri.
Makin bertambah usia gua, makin gua sadar kalau ternyata ambisi yang gua punya selama kecil itu bukan hal yang mudah untuk direalisasikan. Bukan berarti mustahil, tapi mungkin memang gua yang udah menyerah akan hal itu. Mungkin diri gua yang saat ini cuman bisa bilang minta maaf ke diri gua yang masih anak-anak karena beberapa ambisinya harus redup dimakan realita. Tapi ya, pada akhirnya diri ini menemukan hal-hal lainnya yang tak kalah menarik dan menyenangkan untuk dilakukan. Semoga gua tetap bisa menikmati berbagai hal yang gua lakukan sepanjang gua hidup kedepannya.