Skip to content
Tulisan Rumi
Go back

Sekedar nongkrong

Nongkrong. Sebuah kegitan yang bagi sebagian orang sudah bergeser posisi kebutuhannya menjadi level primer. Mengingat manusia adalah makhluk sosial yang di mana membutuhkan orang lain dalam hidupnya serta pesatnya kemajuan zaman, membuat kegiatan nongkrong ini menjadi semacam gaya hidup yang tidak bisa lepas di masyarakat.

Sejujurnya gua bukan tipe orang yang sering keluar rumah untuk nongkrong. Gua tipe orang yang lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Tapi gua juga bukan tipe orang yang terlalu menutup diri dan ga suka jalan-jalan. Setidaknya gua masih nyentuh rumput dan menghirup udara di luar. Kalau ada yang ngajak ya ayok, kalau ga yaudah. Sesimpel itu.

Berapa hari yang lalu gua diajak nongkrong di sebuah coffee shop di daerah Duren Sawit. Gua diajak saudara gua untuk ditraktir sebagai perayaan gua berhasil lulus ujian beberapa waktu lalu. Jelas gua langsung mengiyakan tawaran tersebut. Lagipula siapa sih yang ga mau ditraktir?

Setelah mengatur jadwal bertemu, akhirnya kami berangkat ke coffee shop tersebut. Sesampainya disana kami langsung duduk di tempat yang kosong. Saudara gua kemudian memesan minuman untuk kami berdua. Coffe shop yang gua datangi cukup simpel. Ga begitu besar tapi ga begitu kecil. Tempatnya juga cukup sejuk dan lumayan cozy menurut gua (yaelah sok banget kedengarannya padahal jarang nongkrong).

Saudara gua bilang teman-temannya akan datang juga. Mereka berencana nongkrong sambil mengerjakan project production house mereka. Sembari menunggu, kami berdua bicara tentang banyak hal. Mulai dari kuliah, tugas-tugas, pekerjaan, hobi, sampai bahas pasar saham. Waktu dengan cepat berlalu. Orang-orang datang dan pergi. Setelah menunggu, akhirnya satu per satu teman-teman saudara gua mulai berdatangan.

Kami saling berkenalan dan mulai berbicara tentang berbagai hal seperti hobi, pengalaman, dan lainnya. Ya seperti orang saling kenalan pada umumnya. Setelah itu, saudara gua dan teman-temannya mulai bekerja dengan laptop mereka masing-masing. Gua yang saat itu hanya bawa handphone akhirnya memutuskan untuk ikut produktif juga dengan mulai melanjutkan menulis di blog gua. Sesekali kami berbincang satu sama lain. Sesekali gua juga mendengarkan mereka yang sedang membahas pekerjaan mereka.

Gua belajar banyak hal dari sekedar nongkrong. Gua bertemu orang baru, mengetahui hal baru, juga berbicara tentang hal-hal yang baru. Berkumpul di sekitar orang-orang yang sedang produktif membuat gua merasa gua ga bisa hanya duduk diam saja dan tidak melakukan apa-apa. Untuk sebagian orang nongkrong mungkin terdengar negatif dan hanya menghabiskan waktu, tetapi nongkrong juga bisa jadi kegiatan yang positif dan produktif, tergantung bagaimana lu memilih lingkaran pertemanan serta lingkungan yang ada sekitar lu.

Dari sekedar nongkrong, lu bisa mendapatkan berbagai hal baru dan bertemu orang-orang baru. Di umur gua yang sekarang ini, gua diberi saran untuk mencari teman bukan hanya sekedar teman. Tetapi mencari teman yang di mana gua bisa mendapatkan sesuatu yang bernilai dari orang itu agar diri gua bisa lebih berkembang kedepannya. Nongkrong bisa jadi penerapan dan bukti bahwa manusia bisa belajar sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi dirinya dari siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.


Share this post:

Previous Post
Sebuah cara untuk bahagia
Next Post
PEOPLE'S DREAMS WILL NEVER END!